Call us: (022) 6674696 | Fax: (022) 6670015 | Email: info@stikesbudiluhurcimahi.ac.id

MultiPurpose

Menyikapi Anak yang Malah Bertingkah Saat Ayah Ibunya Pulang Kantor

Jakarta, Kondisi lelah dan capek kemudian ketika sampai di rumah sepulang dari kantor, si kecil mulai bertingkah. Tak jarang, ada ayah atau ibu yang merasa kesal.

Padahal, ketika anak cenderung bertingkah misalnya jadi ingin lebih dekat dengan ayah atau ibunya, menangis, atau rewel, bisa dilakukan anak ketika ia merasa nyaman dengan ayah atau ibunya. Sehingga, anak tak perlu lagi jaga image alias jaim. Demikian disampaikan sikolog Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog.

Nah, Wikan memiliki tips bagi saran ibu agar tidak terlalu termakan emosi ketika menghadapi anak yang bertingkah saat ayah atau ibunya pulang dari kantor. Apa saja?

"Pertama pastinya ibu mesti sabar dan kepancing emosi. Kalau memang lagi capek banget bilang ke anak 'Adik sama si mbak ya, mama mau ganti baju'. Nah saat di kamar nggak sekadar ganti baju aja tapi juga narik napas, mencoba menenangkan diri lah," kata Wikan saat berbincang dengan detikHealth.

Setelah cukup tenang, hampiri anak dan lakukan pendekatan. Menurut Wikan, coba bantu anak menguraikan perasaannya. Jika ia terlihat sedih atau kesal, tanyakan mengapa ia seperti itu. Dengan kata lain, ajari anak mengekspresikan perasaannya dengan tepat.

Baca juga: Fisik Lelah Plus Tak Dapat Dukungan, Ibu Bekerja Rentan Stres dan Depresi

"Tanyakan ke anak apa dia kangen sama mamanya, kalau begitu katakan yuk sekarang kita senang-senang deh. Kalau memang dia sedih atau bete, tanyakan apa sebabnya sehingga anak bisa cerita dan terbuka," tambah wanita yang praktik di Biro Psikologi Castra Tangerang ini.

Dalam keseharian, hal yang kerap dikeluhkan para ibu bekejra di antaranya si anak jadi susah makan ketika sang ibu libur bekerja. Menanggapi hal ini, Wikan menekankan pentingnya pengajaran dari orang tua jika anak bisa pintar makan saat bersama si mbak, maka dengan mamanya pun seharusnya ia melakukan hal yang sama.

Ibu dua anak ini mengatakan, masalah tersebut hampir menjadi fenomena universal meski penyebab pastinya belum diketahui. Namun, Wikan menekankan hal itu wajar terjadi pada anak.


Sumber : http://health.detik.com/